Dokumentasi Humas Undana
  • 07 Desember 2021
  • 74 Pembaca

Pelantikan Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc Sebagai Rektor UNDANA

Jakarta, Senin 06 Desember 2021, bertempat di Gedung Graha Utama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) periode 2021-2025 oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Ir. Suharti, MA., Ph. D.

Selain melantik Rektor Undana, Sekjen Kemdikbudristek  juga melantik empat pimpinanPerguruan Tinggi Negeri (PTN) lainnya, yakni:

  1. Dr. Surfa Yondri, S.T., M. Kom (Direktur Poltek Negeri Padang),
  2. M. Sofiul Amin, S.T., M.T (Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi),
  3. Prof. Dr. Joko Triyono, S.T., MT (Direktur Akademi Komunitas Negeri Pacitan) dan
  4. Julfan Khairil Simbolon, S.T., M.Eng (Direktur Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat). 

Lima pemimpin PTN yang dilantik tersebut akan memimpin lembaganya masing-masing hingga tahun 2025 sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kemdikbudristek Nomor 82639827878507685811 dan Nomor 85815/MPK.A/KP.07.00/2021 tentang Pengangkatan Pemimpin PTN Periode 2021-2025 di Lingkungan Kemendikbudristek. 

Sekjen Kemendikbudristek, Ir. Suharti, MA., Ph. D dalam sambutannya berpesan kepada pemimpin lima PTN yang dilantik agar berkomitmen melaksanakan sejumlah kebijakan Kemendikbudristek, salah satunya adalah Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).
Kita perlu memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada mahasiswa kita untuk memetik pembelajaran secara optimal, memastikan potensi mereka berkembang dengan sempurna. Dan yang tidak kalah penting adalah memastikan semua layanan pendidikan yang disediakan PT yang bapak-bapak pimpin menjadi lebih berkualitas lagi,” harapnya.

Beliau juga kembali menekankan soal kolaborasi dengan barbagai pihak.
Kolaborasi ini penting. Ini adalah salah satu prinsip yang perlu kita lakukan bersama. Perguruan Tinggi yang Bapak-Bapak pimpin tidak mungkin berkembang jika hanya mengandalkan sumberdaya yang dimiliki, apalagi APBN saja,” katanya.

Kemdikbudristek juga saat ini berkeinginan menyederhanakan birokrasi dan administrasi, termasuk soal pelayanan kemahasiswaan.
Simple tapi menyimpul, memberikan dukungan jaringan pembelajaran kepada mahasiswa untuk memudahkan mereka mengakses pengembangan kreatifitas, kemudian pengembangan inovasi dan tidak kalah penting adalah pengalaman belajar sambil bekerja. Yang keseluruhannya menjadi bagian dari kebijakan kampus merdeka,” papar Suharti.

Pada akhir sambutannya, Sesjen Kemendikbudristek juga menyampaikan terima kasih kepada Prof. Fred Benu atas jasa dan pengabdian dalam melaksanakan tugas sebagai Rektor Undana selama dua periode. Begitupun dengan empat mantan pemimpin PTN lainnya.
Kami yakin bahwa pengabdian Bapak-Bapak semuanya untuk masyarakat dan bangsa Indonesia masih sangat dibutuhkan. Jadi, meskipun tidak menjadi pimpinan PTN, tetapi karya tetap bisa dilaksanakan, Semoga Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan kita kemampuan dalam menjalankan amanat dan memenuhi tanggungjawab untuk mencerdaskan kehidupan ke depan,” ungkapnya. (AdmBUK)

Komentar